Keterangan Gambar : Truk dan Fuso terpantau mengular hingga kurang lebih satu kilometer di sepanjang Jalan Minyak, menuju kawasan Pelabuhan Semayang, Kota Balikpapan, Kamis (5/11/2026).
bidiktimes.com, BALIKPAPAN, - Antrean panjang kendaraan truk dan fuso terpantau mengular hingga kurang lebih satu kilometer di sepanjang Jalan Minyak, menuju kawasan Pelabuhan Semayang, Kota Balikpapan, Kamis (5/11/2026).
Puluhan kendaraan besar tersebut diketahui tengah menunggu jadwal masuk kapal untuk melakukan penyeberangan melalui Pelabuhan Semayang. Bahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah kendaraan sudah mengantre sejak dua hari sebelumnya demi mendapatkan giliran masuk kapal dan melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan.
Kondisi tersebut terlihat menyebabkan deretan kendaraan besar memenuhi sebagian ruas Jalan Minyak. Situasi ini pun berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas, mengingat jalan tersebut merupakan jalur akses umum yang setiap hari dilalui berbagai jenis kendaraan.
Herman, salah seorang sopir truk yang hendak berangkat menuju Surabaya, mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengantre sejak Rabu (4/11/2026) untuk menunggu jadwal keberangkatan kapal.
Menurutnya, para sopir harus menunggu hingga mendapatkan giliran masuk ke area pelabuhan. Kondisi tersebut membuat kendaraan terpaksa berjejer di sepanjang jalan karena belum memperoleh kesempatan untuk masuk kapal.
Situasi ini menjadi perhatian, terutama menyangkut pengaturan antrean kendaraan besar yang akan menggunakan jasa penyeberangan melalui Pelabuhan Semayang.
Semestinya, pihak pengelola pelabuhan bersama operator pelayaran, termasuk Pelindo dan Pelni sesuai kewenangan masing-masing, dapat melakukan koordinasi untuk menetapkan jadwal keberangkatan serta menyiapkan lokasi penampungan sementara bagi kendaraan yang menunggu giliran masuk kapal.
Pengaturan tersebut dinilai penting agar kendaraan besar tidak menjadikan badan jalan sebagai tempat antrean maupun parkir sementara. Terlebih, Jalan Minyak merupakan akses lalu lintas umum, bukan kawasan yang diperuntukkan sebagai tempat parkir kendaraan angkutan barang.
Apabila kondisi ini terus berlangsung tanpa pengaturan yang memadai, bukan tidak mungkin antrean kendaraan akan semakin panjang dan berdampak terhadap kelancaran mobilitas masyarakat. Penyempitan ruas jalan akibat deretan truk dan fuso juga berpotensi menimbulkan perlambatan arus kendaraan, terutama pada jam-jam aktivitas masyarakat.
Selain itu, keberadaan kendaraan besar yang mengantre dalam waktu cukup lama di badan jalan perlu menjadi perhatian instansi terkait, baik dari sisi ketertiban lalu lintas maupun pengelolaan arus kendaraan menuju pelabuhan.
Masyarakat dan pengguna jalan tentu berharap adanya langkah konkret dari pihak terkait untuk mengurai antrean tersebut. Koordinasi antara pengelola pelabuhan, operator kapal, dan instansi perhubungan diperlukan agar proses keberangkatan kendaraan tetap berjalan tanpa mengorbankan kepentingan pengguna jalan lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pelindo belum berhasil dikonfirmasi terkait penyebab panjangnya antrean kendaraan, mekanisme pengaturan jadwal keberangkatan, maupun langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.
Diharapkan pihak terkait dapat memberikan penjelasan sekaligus solusi agar antrean kendaraan menuju Pelabuhan Semayang tidak terus mengganggu kelancaran lalu lintas di Jalan Minyak Balikpapan.(anis)
Tulis Komentar